Jakarta ( wartalogistik.com) – Sebanyak 21 pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis di bidang transportasi laut akan diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) sepanjang tahun 2026.
Kegiatan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.
Kepala BP2TL Jakarta, Heru Widada, menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan seluruh diklat tersebut telah ditetapkan berdasarkan alokasi anggaran yang tersedia pada BP2TL, Jakarta.
“Seiring adanya permintaan diklat teknis, kami telah menyiapkan materi serta tenaga pengajar dengan komposisi waktu belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran,” ujar Heru Widada, Senin (6/4) usai pembukaan Diklat Empat Bidang Teknis Transportasi Laut di kampus BP2TL Jakarta.
Empat Diklat itu yakni Diklat SBNP Tingkat Dasar, Auditor ISM Code, Auditor ISPS Code, serta Port State Control (PSC) dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Arif Toha Tjahjagama.
Adapun 21 diklat teknis yang akan dilaksanakan sepanjang 2026 meliputi berbagai bidang strategis, antara lain penanggulangan pencemaran tingkat I, pengawas pemanduan, penanganan muatan berbahaya, teknis dasar kesyahbandaran, auditor ISPS Code dan ISM Code, SBNP tingkat dasar, hingga Port State Control (PSC).
Selain itu, terdapat pula diklat pencegahan pencemaran, kesyahbandaran kelas B dan kelas A, pendaftaran dan kebangsaan kapal, Marine Inspector tipe A dan B, pengukuran kapal metode dalam negeri, VTS operator, teknisi telekomunikasi pelayaran, penyelenggara pelabuhan dan otoritas, operator radio umum (ORU), hingga ISPS Code lanjutan.
Dengan ragam materi tersebut, BP2TL memastikan setiap aparatur mendapatkan pembekalan teknis sesuai bidang tugasnya, mulai dari aspek keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, hingga pengawasan dan pelayanan kepelabuhanan.
Heru Widada berharap, melalui penyelenggaraan diklat ini, para aparatur Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dapat memperoleh kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing saat kembali ke unit kerja.
“Para aparatur yang mendapatkan penugasan diharapkan memiliki kompetensi dan keahlian yang optimal,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi teknis, BP2TL juga memberikan pembekalan motivasi kepada peserta guna membentuk aparatur yang tidak hanya unggul secara keahlian, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.
Dengan jadwal diklat yang telah tersusun sepanjang tahun, BP2TL diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor transportasi laut secara berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan operasional di lapangan.
BP2TL Jakarta juga terus berupaya meningkatkan dan menyempurnakan pelaksanaan serta pelayanan diklat, antara lain dengan mendatangkan pengajar dari Australian Maritime Safety Authority (AMSA) untuk diklat PSC, membuat smart kelas, asrama yg nyaman, fasilitas olah raga.
Dan pada tahun 2025 BP2TL mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas dari korupsi) dari Kemen Pan-RB.
(Abu Bakar)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar