Sekjen Kemenhub Buka Diklat SBNP, ISM, ISPS dan PSC di BP2TL Jakarta, Ajak Aparatur Ditjen Hubla Menanamkan Integritas Dalam Menjalankan Tugas - WARTA LOGISTIK | CERDAS & INFORMATIF

Post Top Ad

Responsive Ads Here
Sekjen Kemenhub Buka Diklat SBNP, ISM, ISPS dan PSC di BP2TL Jakarta,  Ajak Aparatur Ditjen Hubla Menanamkan Integritas Dalam Menjalankan Tugas

Sekjen Kemenhub Buka Diklat SBNP, ISM, ISPS dan PSC di BP2TL Jakarta, Ajak Aparatur Ditjen Hubla Menanamkan Integritas Dalam Menjalankan Tugas

Share This

 




Sekjen Kemenhub, Arif Toha Tjahjagama


Kepala BP2TL, Heru Widada


Jakarta (wartalogistik.com) – Pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jakarta, pada Senin siang (6/4/), membuka kembali kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat), yakni Diklat SBNP Tingkat Dasar, Auditor ISM Code, Auditor ISPS Code, serta Port State Control (PSC) di Kampus BP2TL, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Pembukaan keempat Diklat itu dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Arif Toha Tjahjagama disaksikan sejumlah pejabat undangan. Diantara pejabat yang hadir Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang diwakili Kepala Bagian Kepegawaian Ditjen Hubla, Hanif Kartika Yuda, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Perhubungan (BPSDMP) yang diwakili Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Transportasi Laut, Budi Raharjo, dan pejabat lainnya yang terkait dengan aparatur yang mengikuti diklat.


Arif Toha mengapresiasi penyelenggaraan keempat Diklat bagi aparatur negara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, mengingat semakin tingginya tuntutan keahlian bagi aparatur dalam meningkatkan kualitas dibidang tugas dan fungsinya masing-masing.


Tuntutan itu, menurut Arif Toha bukan karena meningkatnya teknologi dalam bidang pelayaran, tapi juga keberadaan sumber daya manusia atau aparatur negara di Ditjen Hubla yang terus bertambah dan membutuhkan keahlian dan keterampilan dalam bidangnya masing-masing.


" Peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang merupakan aparatur negara ini akan terus berlanjut, dalam rangka memenuhi tuntutan tugas dan fungsi aparat, sekaligus meningkatnya perkembangan teknologi yang terkait dalam tugas para aparatur negara itu," jelasnya seusai pembukaan.


Dalam sambutan pembukaan, Arif Toha  secara jelas menegaskan bahwa keempat program diklat tersebut memiliki tujuan utama yang sama, yakni memastikan keselamatan, keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim melalui penerapan standar nasional dan internasional seperti SOLAS 1974, ISM Code, dan ISPS Code.


Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi standar tersebut tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, melainkan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, terutama dari sisi integritas.


“Integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Tanpa integritas, proses pengawasan dan audit akan kehilangan makna,” ujarnya.


Menurutnya, petugas SBNP, auditor, maupun PSC officer dituntut untuk bekerja secara jujur, objektif, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan. Dengan integritas yang tinggi, hasil pengawasan akan kredibel dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keselamatan pelayaran nasional.


Ia juga mengingatkan para peserta untuk tidak hanya memahami aspek teknis selama mengikuti diklat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas ke depan.


“Jadikan integritas sebagai prinsip utama dalam pengambilan keputusan dan sebagai benteng dalam menghadapi tekanan,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala BP2TL, Heru Widada, usai pembukaan juga menyampaikan kesiapannya untuk menyelenggarakan Diklat aparatur dari Ditjen Hubla sesuai kebutuhan dari masing-masing bidang aparatur.


" Selama ini kami sudah menjalankan penugasan diklat ini dengan menyiapkan program diklat yang sesuai kebutuhan, sehingga mendukung meningkatnya keahlian para apartur negara dalam menjalankan tugas dan fungsinya, serta perkembangan teknologi yang dihadapi," kata Heru Widada.


Dalam laporannya penyelenggaraan Diklat itu, Heru Widada menyampaikan bahwa total terdapat empat program diklat yang diselenggarakan dengan masing-masing diikuti oleh 30 peserta.


Rinciannya, Diklat SBNP Tingkat Dasar dan Auditor ISM Code masing-masing berlangsung selama 195 jam pelajaran atau 25 hari kalender. Diklat Auditor ISPS Code dilaksanakan selama 135 jam pelajaran atau 22 hari kalender, sedangkan Diklat PSC berlangsung paling lama yakni 440 jam pelajaran atau 58 hari kalender.


Seluruh peserta berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di seluruh Indonesia.


Adapun tenaga pengajar terdiri dari widyaiswara dan instruktur, pengajar dari Ditjen Perhubungan Laut, serta para profesional yang berpengalaman di bidang terkait.


Kegiatan diklat dilaksanakan secara penuh tatap muka, dengan jadwal dimulai pada 6 April 2026. Untuk Diklat SBNP dan Auditor ISM Code berlangsung hingga 30 April 2026, Diklat ISPS Code hingga 27 April 2026, serta Diklat PSC hingga 2 Juni 2026.



( Abu Bakar)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here