Capai Kesepakatan, Stop Operasi Awak Kapal Tunda dan Pandu di Pelabuhan Tanjung Priok Berakhir - WARTA LOGISTIK | CERDAS & INFORMATIF

Post Top Ad

Responsive Ads Here
Capai Kesepakatan, Stop Operasi Awak Kapal Tunda dan Pandu  di  Pelabuhan Tanjung Priok Berakhir

Capai Kesepakatan, Stop Operasi Awak Kapal Tunda dan Pandu di Pelabuhan Tanjung Priok Berakhir

Share This

Jakarta (wartalogistik.com) - Stop operasi kapal pandu, tunda dan kepil di Pelabuhan Tanjung Priok sapanjang hari ini,  Rabu (10/7)  selesai sore hari sekitar pukul 19.00 Wib,  setelah   berlangsung rapat mediasi yang berlangsung alot antara perwakilan awak kapal dengan vendor (outsourcing).

Rapat  pertama berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB, setelah berlangsung stop operasi pada pukul 11.00 WIB. Namun sampai menjelang sore belum  adanya titik temu  untuk mengatasi masalah yang menjadi tuntutan pekerja kapal itu. Tuntutannya yakni agar Perjanjian Kerja Laut (PKL) yang sedianya hari ini dilakukan dengan durasi kerja 3 sampai 5 bulan itu diubah menjadi satu tahun, sebagaimana yang berlangsung sebelum divendorkan.

Pada rapat pertama hadir  juga , Manajemen PT JAI dari Direktorat Operasional,  Serikat Pekerja Tenaga Kerja Non Organik, Manajer Kepanduan Tanjung Priok, PT JAI, Capt Gerard. 

Sekitar pukul 16.00 Wib, rapat sempat rehat dan perwakilan pekerja menginformasikan kepada para pekerja yang menunggu hasil rapat  di kantor Kepanduan, Pelabuhan Tanjung Priok

Rapat pun berlanjut sore dengan dihadiri General Manajer Pelabuhan Tanjug Priok, Capt. Suparjo, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Amirudin M.M, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok,  Capt. Hermanta.

Seusai rapat, Capt. Hermanta menyatakan, pertemuan mediasi menghasilkan kesepakatan dari pihak vendor yang akan membuat PKL dengan masa kerja satu tahun.

"Ada beberapa point kesepakatan, pada intinya para pekerja tuntutannya disepakati untuk bekerja dan nantinya ada perubahan PKL sesuai dengan masa kerja sebelumnya yakni satu tahun. Dengan adanya kesepakatan itu, pihak awak kapal langsung mengoperasikan kapalnya," kata Capt. Hermanta,

Sementara itu, Amirudin juga menyatakan hasil pertemuan berhasil menyepakati untuk mengatasi stop operasi.

Awak kapal  motor pandu, tunda dan kepil dari PT  JAI (Jasa Armada Indonesia)  yang berada dibawah vendor  (MSM dan MCSI) melakukan aksi protes dengan stop operasi kapal, di depan Kantor Pemanduan Pelabuhan Tanjung Priok ganlabuhan hari ini terhambat.

Menurut pekerja motor tunda Mukhlis, kegiatan aksi ini untuk menolak PKL (Perjanjian Kerja Laut)  yang jangka waktunya  3  sampai 5 bulan, yang dulunya setahun.

"Perjanjian PKL ini dilakukan dengan pihak vendor, karena sekarang ini, pekerja kapal JAI dibawah pengelolaan vendor," ungkap Mukhlis.

Sementara itu pekerja lainnya menyatakan, setelah dipegang vendor  tunjangan kesehatan berubah  misalnya pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang sekarang dibatasi dengan nilai yang lebih kecil.

Para pekerja berharap,  pihak managemen, untuk segera  mengatasi masalah dengan vendor agar,kapal segera beroperasi.

Sebelum stop operasi berakhir,  sekitar pukul 17.00 Wib juga sudah terlihat adanya kapal tunda yang beroperasi. Kapal tunda itu manarik KM. Meratus Lembar.
(Abu Bakar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here