Jakarta ( wartalogistik.com) - PT PELNI yang selama ini melakukan penurunan bahan bakar rendah karbon pada operasional kapal penumpang mendapat perhatian dari internasional. Hal itu ditunjukan saat Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama tim UK Partnering for Accelerating Climate Transitions (UK PACT) Indonesia melakukan Site Visit di atas KM Kelud yang sandar di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, pada Jumat (23/1).
KM. Kelud yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) merupakan salah satu kapal penumpang lainnya yang menggunakan bahan bakar rendah karbon.
UK PACT adalah program kerja sama antara Pemerintah Inggris (UK) dan Indonesia untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.
UK PACT Indonesia konsen dalam menyosialisasikan penggunaan alat angkut rendah karbon dan telah menginisiasi pemahaman para calon pelaut dari berbagai daerah pada kapal yang rendah karbon.
Sebanyak 30 dari berbagai daerah yang merupakan calon pelaut pada visit ke KM Kelud diajak untuk melihat kondisi kapal penumpang itu.
Selain itu juga, para calon pelaut melakukan diskusi mengenai efisiensi energi, pengelolaan risiko, dan praktik keberlanjutan yang telah dan dapat diterapkan di armada PELNI.
Kegiatan di atas KM Kelud ini dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, Deputy Head Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta (BEJ) Phoebe Rimmer, Cities and Transport Lead BEJ Maria Renny, Ketua UK PACT Indonesia Andi Azka Faurianthi Poetri, Executive Director Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) Arief Yunan, serta Urban Development Senior Program Lead World Resources Institute (WRI) Indonesia Dimas Nu'man Fadhil.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI (Persero), Anik Hidayati, menyampaikan bahwa PELNI terus berkomitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mengelola risiko operasional di tengah tuntutan global menuju pelayaran yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan PT. PELNI adalah pada kapal penumpang dengan menggunakan bahan bakar rendah karbon sebagaimana yang menjadi upaya pemerintah Indonesia.
" Transformasi menuju pelayaran berkelanjutan membutuhkan kesiapan dari sisi operasional, keuangan, dan manajemen risiko. PELNI terbuka untuk kolaborasi strategis yang mendukung upaya tersebut,” ujarnya.
Selain itu juga disampaikan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan agenda keberlanjutan di sektor pelayaran nasional.
“Kolaborasi dengan Kedutaan Besar Inggris melalui UK PACT serta WRI Indonesia dan IREEM ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman praktis PELNI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional sehari-hari,” ujar Anik.
Anik juga menekankan peran penting generasi muda dalam mendorong perubahan menuju transportasi laut yang lebih hijau.
“Melalui program UK PACT dan inisiatif FIRST, kami berharap dapat berkontribusi dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan serta keterampilan untuk memimpin transisi menuju transportasi laut yang berkelanjutan dan rendah emisi di Indonesia,” tambah Anik.
Sementara itu, Ketua UK PACT Indonesia, Andi Azka Faurianthi Poetri, menegaskan bahwa sektor transportasi laut memiliki peran penting dalam agenda penurunan emisi karbon.
Menurutnya, kunjungan langsung ke KM Kelud memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan serta potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.
“Kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam mendorong transisi menuju sistem transportasi yang lebih rendah karbon dan berkelanjutan,” kata Andi Azka Faurianthi Poetri.
"Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Indonesia dan Inggris dalam mendukung agenda pembangunan hijau di sektor maritim," jelas Andi Azka Faurianthi Poetri,
(Abu Bakar)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar