RUA ke I DPP ISAA Siap Ubah Pasal AD/ART dan Pemilihan Ketua Umum - WARTA LOGISTIK | CERDAS & INFORMATIF

Post Top Ad

Responsive Ads Here
RUA ke I  DPP ISAA Siap Ubah Pasal AD/ART dan Pemilihan Ketua Umum

RUA ke I DPP ISAA Siap Ubah Pasal AD/ART dan Pemilihan Ketua Umum

Share This

 




Jakarta (wartalogistik.com) - DPP Indonesia Shipping Agency Association (ISAA) Senin (11/9) Melangsungkan Rapat Umum Anggota ke  I dengan dua agenda utama penyempurnan pasal AD/ART dan pilihan ketua umum.


Dua agenda itu disampaikan oleh Ketua Panitia RUA ke I DPP ISAA,   Waren Situmorang, yang menyatakan kegiatan  RUA I ini sangat penting, dengan dua agenda yakni,  menyusun dan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.


"Penyempurnaan AD / ART  itu  dengan merubah pasal-pasal dalam anggaran  untuk disesuaikan dengan kebutuhan jalannya organisasi yang lebih baik lagi," kata Waren Situmorang.


Selain itu juga tambah Waren, kegiatan lainnya fokus pada pemilihan Ketum Umum DPP ISAA periode 2023 sampai 2028.


Saat ini Ketua Umum DPP ISAA, Rainhard Tobing, menggantikan Juswandi saat menjadi Ketua Umum DPP APBMI.


Ketua Umum DPP  ISAA, Reinhard Tobing dalam sambutannya menyampaikan, saat kegiatan usaha keagenan menghadapi tantangan besar. Sejumlah tantangan besar bagi anggota asosiasi, mulai dari mengikuti perkembangan peningkatan layanan melalui sistem digital, sampai pada persaingan tarif. Untuk itu tantangan- tantangan itu harus dihadapi dan diatasi agar keagenan dapat meningkatkan daya saingnya.


" Hal itu sangat penting mengingat saat ini kondisi pertumbuhan ekonomi nasional masih 24 persen dari PDB, dan ILP tahun 2023 berada di peringkat ke 63," katanya.


Dalam perjalannya memimpin DPP ISAA, Reinhard juga mengakui selama ini kegiatan ISAA sudah berlangsung dengan baik dan dapat diterima sebagai wadah perusahaan keagenan kapal oleh mitra usaha dan juga pada Ditjen Hubla.


Selain itu juga disampaikan, peran asosiaisi dituntut untuk meningkatkan kompetensi anggota melalui diklat. Dan penyelenggaraan diklat sudah berlangsung dengan bekerjasama pihak BPSDM Perhubungan. Adapun kompetensi yang dituntut adalah kompetensi terkait kegiatan layanan keagenan kapal. 


" Atas kegiatan diklat dapat menghasilkan SDM yang kompetensi. Selanjutnya akan membuat sistem manajemen mutu untuk digunakan pada seluruh anggota," jelasnya.


Sementara itu Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Ditjen Hubla, Hendri Ginting menyatakan harapan agar ISAA terus menjadi asosiasi yang kondusif dalam menjalankan kegiatannya guna mendukung   pelayaran. Untuk itu pemerintah akan selalu mendukung pelayaran. Keberadaan diharapkan menjadi energi baru dalam rangka mendukung industri pelayaran nasional.


"Kami mengucapkan selamat dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan RUA ISAA ini, semoga hasil RUA nanti bisa memberi kontribusi positif dalam mendukung kinerja pelayaran," kata Hendri Ginting.


" Untuk itu diharapkan asosiasi terus melakukan upaya peningkatan    sumber daya manusianya sehingga usaha keagenan dapat meningkatkan layanan yang efisien," tambah Hendri Ginting.


Hendri Ginting berharap, RUA ke I ini menghasilkan komitmen-komitmen baru dengan menerapkan digitalisasi untuk mengurangi biaya logistik di Pelabuhan, penguatan dan penerapan standar kebijakan layanan pelabuhan,  penguatan pengawasan


"Penguatan kelembagaan dan perbaikan tata kelola perdagangan antar pulau. Kami juga sedang siap tata kola perdagangan antar pulau, sehingga sedang disiapkan manifs domestik," kata Hendri Ginting.


Dari data di Ditlala, Ditjen Hubla disebutkan saat sudah terbit izin pendirian perusahaan keagenan sebanyak 1479, dan adanya 1621 kantor cabang.


Juswandi, menyampaikan  proses pendirian. Mulai dari sebelum terbitnya UU No 17 Tahun 2008 tantang Pelayaran, yang mana kegiatan keagenan kapal belum masuk dalam jenis usaha yang ada dalam regulasi pelayaran yang saat itu masih menggunakan UU No 21 Tahun 1992.


"Pada saat itu asosiaisi keagenan sudah ada dengan Ketuanya Capt. Anthon Sihombing, kemudian berlanjut sampai akhirnya saya menjadi Ketua Umum ISAA. " kata.


Upaya agar kegiatan keagenan masuk dalam regulasi pelayaran pun terus berlanjut, tambah Juswandi sampai akhirnya ketika terbit UU Pelayaran No 17 Tahun 2008 usaha keagenan dimasukan sebagai usaha jasa terkait pelayaran.


" Kini, tantangan masih harus terus dihadapi dan diatasi oleh pengurus ISAA agar usaha keagenan menjadi berkembang dan mendukung perekonomian nasional  melalui berbagai kegiatan," kata Juswandi.


Selesai prosesi pembukaan RUA ke I DPP ISAA, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan arahan dari PLT Dirjen Hubla , Anthoni Priyadi yang memaparkan tantangan usaha keagenan kapal dan upaya  mengatasinya tantangan.


Selanjutnya kegiatan rapat pleno untuk pembahasan penyempurnaan pasal-pasal dalam AD/ART dan pemilihan ketua umum.

(Abu Bakar)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here